Pekerjaan yang Tidak Dapat Dilakukan Oleh AI

Pekerjaan yang tidak bisa dilakukan AI
Created by graparinews

Artificial Intelligence (AI) membantu berbagai bidang dalam kehidupaan sehari-hari. Karena kemampuannya yang sangat hebat banyak pekerjaan yang dapat digantikan oleh AI. Namun dibalik kehebatan dari AI terdapat pekerjaan-pekerjaan yang dirasa akan sulit digantikan oleh AI karena memerlukan keterampilan dan emosi yang dimiliki oleh manusia saja, seperti keunikan, kebutuhan akan penilaian manusia, kreativitas, pemikiran yang beragam, humor, dan empati.

Berikut di bawah ini pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh AI.

Kepemimpinan

Peran kepemimpinan memerlukan visi sebelum hal lainnya. AI belum memilikinya, juga tidak dapat memperolehnya atau bahkan membantunya. Pemikiran strategis, pengambilan keputusan, kemampuan untuk memotivasi, menginspirasi, dan membangun tim, serta pengembangan sistem etika merupakan bidang kekuatan dimana AI masih memiliki keterbatasan yang mungkin tidak akan pernah hilang.

Profesi Kreatif

Pekerjaan di bidang seni, seperti musisi, penulis, pelukis, dan pekerja kreatif lainnya di bidang periklanan misalnya, sangat bergantung pada kreativitas manusia, emosi, dan interpretasi subjektif, sehingga mereka tidak terlalu rentan terhadap otomatisasi. AI bisa mencoba mengambil alih fungsi otak kiri kita, tapi otak kanan kita, itu akan selalu menjadi milik kita.

Pemecahan Masalah yang Kreatif

Banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan pemikiran linier otak kiri. Tapi bukan hal-hal tersebut yang mengubah peradaban. Profesi yang melibatkan pemecahan masalah baru dan kompleks atau peluang yang menggiurkan memerlukan kreativitas, pemikiran kritis, pemikiran holistik, pengenalan pola, dan kemampuan beradaptasi. AI dapat membantu dalam analisis data dan dukungan pengambilan keputusan, namun AI sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan pengungkapan yang benar-benar inovatif.

Kesehatan

Dokter, perawat, ahli bedah, asisten dokter, praktisi perawat, dan petugas kesehatan lainnya menggabungkan pengetahuan medis, penilaian klinis, empati, dan sentuhan manusia, termasuk firasat yang masuk akal. Meskipun AI dapat membantu dan memperkaya diagnostik dan rekomendasi pengobatan, AI tidak dapat menggantikan aspek manusia dalam layanan kesehatan. Mustahil.

Psikiater dan Terapis

Memberikan dukungan emosional, terapi, konseling, dan pemecahan masalah yang kreatif dan terampil, belum lagi dedikasi yang melebihi tugas, memerlukan empati yang mendalam, hubungan antarmanusia, dan pemahaman akan nuansa emosional yang kompleks. Tidak ada peluang bagi AI di sini.

Pekerjaan sosial

Pekerja sosial yang menghadapi situasi manusia yang beragam, tidak dapat diprediksi, dan seringkali tiba-tiba yang memerlukan kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, dan penilaian etis tingkat tinggi akan menganggap AI sebagai alat yang berguna namun tidak pernah menjadi ancaman.

Pengasuh Lansia dan Penyandang Cacat

Seiring bertambahnya usia populasi kita, kebutuhan-kebutuhan baru dan belum terpetakan akan muncul. Memberikan layanan kepada lebih banyak individu dengan kebutuhan unik, termasuk pendampingan dan bantuan dalam tugas sehari-hari, memerlukan empati, kesabaran, dan kemampuan beradaptasi yang saat ini tidak dapat diberikan oleh AI. Namun di bidang ini, AI akan menjadi alat yang berharga.

Pengajar

Meskipun AI dapat meningkatkan pendidikan secara signifikan melalui pembelajaran yang dipersonalisasi, pembinaan, penilaian otomatis, pengajaran efektif yang melampaui ruang kelas atau kalender, AI sering kali melibatkan pembangunan hubungan dengan siswa, memahami kebutuhan unik mereka, dan memberikan bimbingan.  AI tidak dapat melakukan hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *