Bisnis  

12 Prinsip Etika Bisnis, Simak Penjelasannya di Bawah Ini

etika bisnis
Created by graparinews

Etika bisnis memastikan adanya tingkat kepercayaan dasar tertentu antara konsumen dan berbagai bentuk pelaku pasar dengan bisnis. Misalnya, seorang manajer portofolio harus memberikan pertimbangan yang sama terhadap portofolio anggota keluarga dan investor individu kecil seperti yang mereka lakukan terhadap klien yang lebih kaya. Praktik-praktik semacam ini memastikan masyarakat menerima perlakuan yang adil.

Konsep etika bisnis dimulai pada tahun 1960an ketika perusahaan menjadi lebih sadar akan meningkatnya masyarakat berbasis konsumen yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tujuan sosial, dan tanggung jawab perusahaan. Meningkatnya fokus pada “masalah sosial” merupakan ciri khas dekade ini.

Sejak saat itu, konsep etika bisnis berkembang. Etika bisnis lebih dari sekedar kode moral tentang benar dan salah. Etika bisnis berupaya untuk merekonsiliasi apa yang harus dilakukan perusahaan secara hukum.

Prinsip Etika Bisnis

Secara umum ada 12 prinsip etika bisnis adalah:

  • Kepemimpinan: Upaya sadar untuk mengadopsi, mengintegrasikan, dan meniru 11 prinsip lainnya untuk memandu keputusan dan perilaku dalam semua aspek kehidupan profesional dan pribadi.
  • Akuntabilitas: Menganggap diri sendiri dan orang lain bertanggung jawab atas tindakan mereka. Komitmen untuk mengikuti praktik etis dan memastikan orang lain mengikuti pedoman etika.
  • Integritas: Menggabungkan prinsip-prinsip lain, kejujuran, dapat dipercaya, dan dapat diandalkan. Seseorang dengan integritas secara konsisten melakukan hal yang benar dan berusaha mempertahankan standar yang lebih tinggi.
  • Menghormati orang lain: Untuk menumbuhkan perilaku dan lingkungan etis di tempat kerja, menghormati orang lain adalah komponen yang sangat penting. Setiap orang berhak mendapatkan martabat, privasi, kesetaraan, kesempatan, kasih sayang, dan empati.
  • Kejujuran: Kebenaran dalam segala hal adalah kunci untuk menumbuhkan iklim etika. Kebenaran yang parsial, kelalaian, dan pernyataan yang kurang atau lebih tidak membantu bisnis meningkatkan kinerjanya. Berita buruk harus dikomunikasikan dan diterima dengan cara yang sama seperti kabar baik sehingga solusi dapat dikembangkan.
  • Menghormati hukum: Kepemimpinan yang etis harus mencakup penegakan semua hukum lokal, negara bagian, dan federal. Jika terdapat wilayah abu-abu dalam bidang hukum, para pemimpin harus mengambil tindakan yang salah dalam hal legalitas dibandingkan mengeksploitasi kesenjangan tersebut.
  • Tanggung Jawab: Mendorong kepemilikan dalam suatu organisasi, memungkinkan karyawan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, dan bertanggung jawab atas pekerjaan Anda.
  • Transparansi: Pemangku kepentingan adalah orang-orang yang berkepentingan dengan suatu bisnis, seperti pemegang saham, karyawan, komunitas tempat perusahaan beroperasi, dan anggota keluarga karyawan. Tanpa membocorkan rahasia dagang, perusahaan harus memastikan informasi tentang keuangan, perubahan harga, praktik perekrutan dan pemberhentian, upah dan gaji, serta promosi tersedia bagi mereka yang tertarik dengan kesuksesan bisnis.
  • Kasih sayang: Karyawan, komunitas sekitar bisnis, mitra bisnis, dan pelanggan harus diperlakukan dengan kepedulian terhadap kesejahteraan mereka.
  • Keadilan: Setiap orang harus mempunyai kesempatan yang sama dan diperlakukan sama. Jika suatu praktik atau perilaku membuat Anda merasa tidak nyaman atau mengutamakan kepentingan pribadi atau perusahaan dibandingkan kesetaraan, kesopanan, dan rasa hormat, hal tersebut mungkin tidak adil.
  • Loyalitas: Kepemimpinan harus menunjukkan kerahasiaan dan komitmen terhadap karyawannya dan perusahaan. Loyalitas yang menginspirasi karyawan dan manajemen memastikan bahwa mereka berkomitmen terhadap praktik terbaik.
  • Kepedulian terhadap lingkungan hidup: Di dunia yang sumber dayanya terbatas, ekosistem telah dirusak oleh praktik-praktik di masa lalu, dan perubahan iklim, sangatlah penting untuk menyadari dan peduli terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh suatu bisnis. Semua karyawan harus didorong untuk menemukan dan melaporkan solusi atas praktik yang dapat menambah kerusakan yang sudah terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *